Penyakit Pada Gigi Salah Satu Pemicu Penyakit Jantung

Table of Contents

Moeria - Dari data yang di rilis WHO, penyakit jantung adalah penyebab utama kematian di negara-negara maju. Sebagai contoh tahun 2005 lebih dari 20 juta orang meninggal karena penyakit jantung atau sekitar 33,3% dari total kematian diseluruh dunia dan lebih dari setengahnya terjadi di negara-negara berkembang. Di indonesia juga dilaporkan peningkatan jumlah penderita penyakit jantung dan peningkatan kematian yang disebabkan oleh oleh penyakit tersebut.

Gigi Bisa Menjadi Sumber Penyakit Jantung Dari berbagai sumber dan kajian, di negara-negara maju penyakit jantung menjadi salah satu penyebab utama kematian. Di Amerika saja diperkirakan lebih dari 12,4 juta orang menderita penyakit ini dan 1,1 juta orang akan terserang gangguan jantung. Dan di Indonesia sendiri peningkatan kematian yang disebabkan gangguan jantung terus bertambah. Disamping faktor resiko klasik seperti merokok, obesitas, kadar kolesterol, tekanan darah tinggi, kurang aktifitas, diabetes melitus, stress dan pola hidup yang tidak teratur.

Dari kajian dan penelitian yang dilakukan akhir-akhir ini diperoleh kesimpulan bahwa reaksi peradangan (Inflamasi) dari infeksi kronis mungkin juga faktor resiko yang menjadi penyebab gangguan jantung. Akan tetapi hanya infeksi pada gigi kronis yang terbukti terkait dengan penyakit jantung. Mekanisme penyebaran
Penyebaran penyakit dari gigi ke organ tubuh dapat dijelaskan dengan menggunakan teori "fokal Infeksi" yaitu infeksi kronis yang terjadi pada suatu tempat akan menjadi pemicu gangguan penyakit di tempat yang lain. Racun dan sisa-sisa kotoran maupun mikroba yang menginfeksi suatu tempat dapat menyebar ke organ yang lain.

Sehingga infeksi yang terjadi pada gigi dapat memicu gangguan jantung seperti jantung koroner, peradangan otot, serta gangguan katup jantung (endokarditis). Hal tersebut disebabkan kemungkinan adanya bakteri yang terikut dalam aliran darah dapat menghasilkan enzim yang mempercepat pembekuan darah sehingga bisa menyebabkan pengerasan pada dinding pembuluh darah jantung (aterosklerosis). Selain itu, bakteri juga dimungkinkan melekat pada lapisan lemak (plak) dipembuluh darah jantung yang bisa menyebabkan penyumbatan yang menghambat aliran darah serta sumber makanan dan oksigen ke jantung yang menyebabkan jantung tidak bisa berfungsi dengan semestinya.

Gejala awal dapat ditandai dengan nyeri dada yang meliputi rasa seperti terbakar, tertekan, dan beban berat di dada kiri yang kemudian dapat meluas ke lengan kiri, leher, dagu dan bahu. Nyeri dada juga mungkin terasa di bagian tengah dada selama beberapa menit. Setelah kejadian biasanya diikuti rasa mual, muntah, pusing, keringat dingin, tungkai serta lengan menjadi dingin, napas terengah-engah dan sesak nafas.

Angina berkepanjangan akan menjurus ke serangan jantung. Akan tetapi penyakit jantung koroner seringkali berlangsung tanpa adanya gejala dan tidak menimbulkan masalah sampai keaadaannya sudah kronis.

Endokarditis
Bakteri yang ditemukan pada plak gigi merupakan salah satu faktor yang memicu endokarditis. Bakteri yang menginfeksi gigi dan gusi bisa masuk kedalam sirkulasi darah lewat gusiyang berdarah yang kemudian terbawa aliran darah menuju jantung yang kemudian dapat menyerang katup jantung maupun otot jantung yang telah melemah. Gejalanya berupa demam, bising jantung, pendarahan di bawah kulit dan penyumbatan beberapa pembuluh darah kecil.

Walaupun jarang, penyakit ini dapat berakibat fatal dan kadang kala memerlukan operasi katup jantung darurat. Karena mencegah selalu lebih baik dari pada mengobati, dianjurkan untuk melakukan perawatan gigi yang baik dan pemeriksaan gigi secara berkala. Cara mencegah terbentuknya karang gigi sebenarnya sangat sederhana dan mudah. Yaitu dengan rajin dan teliti membersihkan gigi dengan baik dan benar. Menggosok lidah selama 30 detik pun dianjurkan untuk mengurangi jumlah bakteri dalam mulut.

Post a Comment