Misteri Keanehan Candi Cetho Kabupaten Karangayar, Jawa Tengah

Table of Contents
Moeria - Candi Cetho, sebuah peninggalan masa lalu yang terletak dilereng Gunung Lawu, tepatnya berada di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi yang masuk wilayah administratif Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah sampai saat ini masih menjadi misteri dan dipenuhi beberapa keanehan yang belum terjawab. Keanehan tersebut terlihat pada patung dan relief yang ada pada candi tersebut. Bila pengukuran secara tahun yang dilakukan oleh para ahli benar maka ada beberapa hal yang tidak masuk akal dan menimbulkan tanda tanya yang harus dijawab oleh para ahli.

Candi Cetho yang terletak di ketinggian 1400 m di atas permukaan laut tersebut tidak ada kemiripan dengan candi-candi yang ada di Indonesia. Malahan Candi ini memiliki kemiripan dengan candi-candi yang berasal dari peradaban suku Inka dan Suku Maya yang ada di Benua Amerika Latin.
  • Candi Ceto Bukan Peninggalan Majapahit
Para arkeolog Indonesia memperkirakan bahwa Candi Cetho di bangun pada masa pemerintahan Majapahit tepatnya saat masa pemerintahan Prabu Brawijaya V. Tapi jika hal tersebut benar, maka banyak keganjilan serta akan timbul pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban. Diantaranya bahan dasar pembuatan candi yaitu batu kali yang mana kita ketahui bersama bahwa pada era Majapahit, kebanyakan Candi dibuat dari batu bata merah.
Perhiasan pada telinga dan tangan menunjukkan kemiripan pada perhiasan yang dipakai orang Sumeria di masa itu

Selain bahan pembuatnya, keganjilan yang ada pada Candi cetho dapat dilihat dari relief-relief dan patung-patung yang dari segi pembuatanya masih sangat sederhana sekali terutama pada tingkat presisi dan dan detail. Sedangkan kalau dilihat dengan seksama, pada era Majapahit pembuatan patung dan relief memiliki detail dan presisi yang baik dalam menggambarkan figur yang digambarkan.

Dari beberapa fakta di atas kita tahu bahwa kemungkinan Candi Cetho berasal dari kebudayaan yang lebih tua. Selain itu, beberapa patung dan relief yang digambarkan pada candi tersebut tidak menunjukkan zaman Majapahit dan kehidupan pada masa itu. Patung dan relief yang ada pada candi tersebut justr menggambarkan sosok-sosok yang lebih mirip denga orang Sumeria yang dianggap sebagai kebudayaan tertua di dunia.
  • Candi Cetho Semasa Dengan Kebudayaan Sumeria
Bila diperhatikan dengan seksama, kontur wajah dan potongan rambut dari patung-patung yang ada di Candi Cetho tidak ada kemiripan dengan orang Jawa yang hidup semasa Kerajaan Majapahit malah justru lebih mirip dengan orang Sumeria, Viking, Romawi dan Yunani. Tapi untuk bentuk mata lebih menunjukkan kemiripan dengan Bangsa Sumeria.

Selain wajah, cara berpakaian dari patung tersebut serta perhiasan yang dipakai bukanlah ciri orang Jawa. Yang menjadi pertanyaan mengapa patung tersebut seperti orang yang ketakutan, Kenapa?

Yang lebih aneh lagi, pada pergelangan tangan patung tersebut nampak sebuah gelang yang lebih mirip jam tangan. Dan gelang jenis tersebut hampir sama dengan gelang yang dipakai Bangsa Sumeria dimasa itu.

Dan dari literatur dan buku sejarah, Bangsa Sumeria hidup pada jaman 3000-4000 tahun sebelum Masehi. Kalau mereka memang sebuah ras yang paling hebat dan paling maju dimasa itu, mengapa mereka merasa ketakutan dan menyembah dan kelihatan Takluk? Apakah Bangsa Sumeria pernah ditaklukkan Bangsa kita? Jadi kemungkinan Bangsa yang menaklukkan bangsa lain adalah bangsa yang lebih superior dan lebih maju secara teknologi dan budaya. Apakah nenek moyang kita pernah memiliki teknologi dan budaya yang lebih baik dari bangsa-bangsa lain?hal itulah yang harus diteliti lebih lanjut.
Baca Juga : Misteri dan Keanehan Candi Sukuh
  • Ada Kemiripan Dengan Kebudayaan Inka dan Maya di Mexico
Yang lebih menakjubkan lagi, gambar pada relief yang menunjukkan tentang sosok prajurit Jawa di mana gambar tersebut memiliki kemiripan dengan relief yang ada di Candi Sukuh dan di Villahermosa, Mexico. Jadi apa hubungannya nenek moyang kita dengan Suku Inka dan Suku Maya yang ada di Mexico? Apakah ini berarti bahwa teori Atlantis yang pernah dilontarkan oleh Plato dan Santos benar?

Jika anda ingin berlibur bersama keluarga atau sekedar berkunjung ke Candi Cetho, berikut ini dinas atau instansi yang bisa dihubungi untuk sekedar mendapatkan informasi yang mendetai tentang obyek wisata budaya Candi Cetho

INFORMASI
DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KAB. KARANGANYAR
Komplek Perkantoran Cangakan, Jl. Lawu Karanganyar 57712
Tlp. +62 271 495439
Fax. +62 271 495439
disparbud@karanganyarkab.go.id
www. karanganyarkab.go.id


*Sumber Kajian Turangga Seta

Post a Comment