Nabi Nuh AS Berasal Dari Jawa?

Table of Contents
Moeria - Kisah tentang banjir besar yang pernah melanda dunia dan menenggelamnya tercatat dalam setiap budaya dan agama yang ada di dunia yang diperkirakan telah menenggelamkan beberapa daratan terutama daratan yang tenggelam tersebut berada di kawasan Asia Tenggara.

Hal tersebut semakin kuat setelah Santos mengeluarkan Hipotesis dalam sebuah buku yang berjudul " Atlantis: The Lost Continent" yang memperkirakan adanya sebuah peradaban maju yang pernah ada kemudian musnah tanpa bekas yang diperkirakan berada di Asia Tenggara tepatnya di wilayah Nusantara saat ini.

Hipotensis Santos Tentang Atlantis tersebut diperkuat oleh Oppenheimer dalam buku karanganya yang berjudul "Eden in The East" yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi "Surga di Timur"

Selain buku-buku diatas, Sebuah buku atau catatan dari mesir yang berjudul "Book of The Dead" yang dianggap mengandung banyak bahan tentang sejarah pradinasti menyebutkan tentang kata "Timur" sebanyak 16 kali. Dan sebagian besar penyebutan kata Timur diungkapkan dengan nada ketakutan. Orang mesir kuno menguraikan tentang Timur sebagai tempat penjagal di seberang lautan yang sangat mereka takuti.

Dalam buku kuno tersebut, orang mesir menyebut bahwa " Daerah Kekuasaan Manu....dimana Ra kembali" adalah berada di Timur. Hal ini menjadi aneh ketika kita menghubungkan "Manu" yang disebutkan dalam buku tersebut adalah merupakan leluhur manusia dalam mitologi Hindu. Dalam Mitologi mesir yang disebut Dengan " Manu sang Nelayan" identik dengan "Nuh" dalam mitologi India.

Bahan Pembuat Kapal Nabi Nuh AS Dari Pulau Jawa
Yang lebih mengejutkan lagi, Penelitian terhadap artefak dan fosil-fosil yang ditemukan di gunung Ararat pada tahun 1949 berupa; serpihan kayu kapal, tambang dan paku.  Hasil Laboratorium Noah’s Ark Ministries International, China-Turki pada sebuah perahu raksasa yang diduga merupakan bahtera nuh yang ditemukan di gunung ararat bahwa fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS berasal dari kayu jati purba yang saat itu hanya tumbuh di Pulau Jawa.

Bila fosil kayu kapal itu menunjukan berasal dari Kayu jati, dan sementara kayu jati itu hanya tumbuh di Indonesia pada jaman purba hingga saat ini, boleh jadi Nabi Nuh AS dan umatnya dahulu tinggal di Nusantara. Saat kita memandang kepulauan nusantara dari atas, kita akan melihat bahwa gugusan ribuan pulau itu (Nusantara), dahulu adalah merupakan daratan yang sangat luas.

Nuh AS dan Muhammad SAW
Setelah penelitian terhadap Fosil kapal Nabi Nuh di gunung Ararat sejak tahun 1949, berbagai penelitian dan pencarian lanjutkan untuk menjelaskan asal asul kapal Nabi Nuh As terus dilakukan.

Sehingga Pada bulan Juli tahun 1951 sebuah tim berisikan para arkeolog dan peneliti dari Rusia meneliti sebuah tempat yang dicurigai sebagai sebuah situs bersejarah. Setelah melakukan penggalian, Di dalam bumi mereka menemukan kayu-kayu lebih banyak lagi beserta barang-barang lainnya. Selain itu, ditemukanya sebuah potongan plat kayu yang berbentuk persegi panjang. Peneliti dan Arkeolog ini takjub ketika mereka menemukan plat kayu (yang berukuran 14 x 10 inci itu) tampak kondisinya sangat jauh lebih terawat dibandingkan potongan kayu lainnya yang kondisinya hampir semuanya lapuk. Setelah penyelidikan yang dilakukan pada akhir tahun 1952, para ahli sampai pada suatu kesimpulan bahwa plat kayu tersebut berasal dari perahu Nabi Nuh yang terdampar di puncak bukit (atau gunung) Judy (Mount Calff). Dan plat—yang di permukaannya terdapat beberapa tulisan yang menggunakan bahasa kuno—dulunya terpasang kuat di perahu Nabi Nuh itu.

Setelah terbukti bahwa kayu yang diketemukan dalam ekskavasi itu memang berasal dari perahu Nabi Nuh, maka sekarang timbul keingin-tahuan orang terhadap tulisan-tulisan yang terdapat di plat kapal yang diketemukan masih utuh itu. Beberapa peneliti yang ditunjuk oleh pemerintah Rusia di bawah bagian riset pemerintah untuk meneliti bahasa dan tulisan yang terdapat di plat kayu Nabi Nuh itu. Mereka memulai melakukan penelitian dari tanggal 27 Februari 1953. Berikut adalah nama-nama ahli yang dikirim oleh Pemerintah Rusia:
  1. Prof. Solomon (Sula Nouf), Professor of Languages, Moscow University
  2. Prof. Ifahan Kheeno, scholar in ancient languages, Luluhan College, China
  3. Mr. Mishaou Lu Farug. Officer I/c fossils, manager of ancient monuments
  4. Mr. Taumol Goru, Professor of Languages, Cafezud/Kivzo College
  5. Prof. De Pakan, Professor of ancient monuments, Lenin Institute
  6. Mr. M. Ahmad Colad, Manager of general excavations and discoveries, Zitcomen Research Association
  7. Major Cottor/Kolotov, Head of Stalin University

Para ahli dari Rusia tersebut melakukan riset dan penelitian selama 8 bulan lamanya yang kemudian menyimpulkan bahwa bahan untuk pembuatan plat kapal adalah sejenis kayu yang berasal dari kayu yang memang digunakan dalam pembuatan kapal Nabi Nuh  yang ditumpangi untuk mengharapkan keridhoan Allah.

Sedangkan sebuah lukisan yang berbentuk menyerupai pohon palem dimana di setiap lembar daunnya itu ada tulisan dari bahasa Samani. Yang oleh Mr. N. F. Max—seorang ahli bahasa kuno dari Inggris (Manchester)—Bahwa kata-kata yang tertulis di plat kapal kayu itu jika diterjemahkan kedalam bahasa Inggris yang terjemahannya kurang lebih sebagai berikut:

"O My God, my helper
Keep my hand with mercy,
and with your Holy Bodies.
Mohamed, Alia, Shabbar, Shabbir, Fatma
They are the Biggests and Honourable.
The world Established for them
Help me by their names
You can return to Right."

yang bila diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia menjadi:
“Ya Allah, pelindungku! Berilah aku pertolongan dengan hak orang-orang yang engkau sucikan, Muhammad, Alia, Fatima, Shabbar (Hasan), dan Shabbir (Husein). Mereka adalah manusia-manusia agung dan mulia. Alam semesta tercipta untuk mereka. Hanya ENGKAU-lah yang bisa menunjukiku jalan yang lurus”
Tulisan yang ada pada plat kapal itu sangat mengejutkan banyak orang. Sebelumnya mereka sudah terkejut dengan kondisi dari plat kapal itu yang masih dalam keadaan yang sangat baik walaupun sudah ribuan tahun lamanya terkubur di dalam tanah. Sekarang plat kapal kayu itu masih tersimpan dengan baik di CENTER OF FOSSILS RESEARCH, Moscow, Rusia. Kalau anda memiliki kesempatan untuk berkunjung ke Rusia, mungkin anda bisa melihat plat kapal itu dan itu akan menambahkan keimanan anda kepada keyakinan terhadap Allah.

Sebetulnya hasil penelitian terhadap fosil kapal Nabi Nuh AS bisa menjadi rujukan terhadap kehidupan masa lalu yang menunjukkkan kebesaran bangsa ini (Nusantara) dan menjadi pendorong serta pemicu semangat warga negeri ini untuk mengetahui siapakah nenek moyang mereka serta jati diri yang bisa membangkitkan semangat Nasionalisme yang sangat berguna membangun negeri ini.

Post a Comment